Ada satu kisah dari iklan yang lucu, kisahnya kurang lebih begini (seperti biasa sudah dimodifikasi semau gue tanpa merusak esensi aslinya wkwk….)
** Story Starts **
Pak Amir adalah seorang sopir semen (yang membawa truk, dengan gandengan yang bulat dan berisi adukan semen untuk mengecor). Dia sedang dalam perjalanan pulang dari kerjanya hari ini yang begitu melelahkan. Ingin rasanya Pak Amir segera mengaso di rumahnya, bersama istri tercinta. Kebetulan untuk hari ini, dia membawa truknya pulang ke rumah. Alasannya kenapa supir bisa bawa truk pulang, nah itu saya nggak tahu.
Singkat cerita, Pak Amir sampai di rumah. Dia kaget karena melihat ada mobil Ferrari tanpa kap – rooftop? – di depan rumahnya. Dengan penasaran, dia turun, dan mengintip lewat jendela. Ada seorang pria muda, tampan, dan rapih, sedang memeluk istrinya tercinta!
Dan yang celaka, istrinya nampak begitu bahagia!
Hati Pak Amir terluka. Api cemburu membakar hatinya. Lalu bergegas dia kembali ke truknya, dan dia menumpahkan isi adukan semen dan dia mengecor mobil tanpa kap itu. Hancurlah sudah mobil Ferrari indah itu.
Lalu Pak Amir dengan langkah cepat dan tampang penuh amarah mengetuk pintu dengan keras. Istrinya membuka pintu , dan mengacungkan kunci mobil, sambil memeluk dengan bahagia. Terlihat air mata menetes di ujung matanya. Pria tampan tadi memberikan ucapan selamat seraya berkata:
“SELAMAT YA PAK, ANDA MENDAPATKAN HADIAH PERTAMA DARI BANK XXX, MOBIL FERRARI TERBARU, ANDA MEMANG SANGAT BERUNTUNG!”
Cerita berakhir. Dengan menyisakan perasaan pada Pak Amir dan istrinya.
** Story Ends **
Jika Anda jadi Pak Amir, bagaimana perasaan Anda?
This reminds me of my Network Marketing and Mitra Orang Muda’s days. They teach something call PARADIGM
Paradigma secara simpel adalah cara pandang kita terhadap suatu hal
Sama seperti dijelaskan dalam Covey’s 7 Habit of Highly Effective people, Paradigma seperti kita menggunakan kacamata. Kacamata hitam, maka kita melihat dunia ini menjadi berwarna hitam. Menggunakan kacamata merah, dunia ini terlihat merah.
Bro & Sis, we must be careful with our paradigm!
Terkadang kita harus melihat dunia dari sudut yang berbeda
Terkadang kita harus melihat dari sudut pandang orang lain
Kesalahan dalam cara pandang, kesalahan dalam mengambil keputusan berdasarkan paradigma kita, bisa berakibat fatal seperti kisah Pak Amir dan nasib mobil barunya tadi.
So, let’s use wisdom in every paradigm, and take decision wisely!
Success for you!
-fadli synn wong-
15th august of 2009
August 15, 2009 at 11:44 am
Menarik sekali kisah ini, memang kadang2 manusia bertindak dulu baru berfikir, efek spontanitas, karena manusia punya perasaan, itu yang kadang2 tidak dapat mengontrol diri kita dalam bertindak.
Berkaca pada story diatas, kita harus belajar untuk berfikir terlebih dahulu atas semua tindakan yang akan kita lakukan……………
Niscaya dengan itu kita akan meminimalisasi penyesalan karena tindakan yang salah.
Terus berkarya, GBU always, Semaaaangaaaat…..
August 23, 2009 at 7:27 am
^_^b