25 may 08

Quattro Perfettico Telatto

William: Fad, sorry, gua takut ga keburu nih, kalo loe mau masuk duluan, masuk dulu aja…

Fadli: Bay, loe dimana? Yang bener nih sih kok loe belon dateng?

Bayu: Oya Fad (suara masih agak nge-bass menandakan belum lama meninggalkan pulau kapuk)

Bentar ya Fad, sori yah

Ya saudara-saudara, ini percakapan menunggu masuk gereja, dan bukan menuju kamar prostitusi (lha….)

Kesimpulannya:

Fadli pergi ke gereja.

Dan terlambat

Untuk ketiga kalinya dalam empat kali ke gereja

(dan memang baru 4 kali ke gereja setelah selalu berdoa dan berjemaat di dalam hati saja – baca: males ke gereja)

Lho, ada apa gerangan pergi ke gereja?

Karena ajakan William – karena dia males ke gereja sendirian, lalu mengajak orang malas lain yang bernama Fadli, dan karena masih ada sisa sedikit kesadaran,maka Fadli ini mau pergi ke gereja.

Saat pertama kali kembali menginjak gereja, saya hanya pergi bersama William saja, minggu-minggu berikutnya, Bayu juga ikut bersama kita.

Kalo inget-inget pas pertama kali, saya bener-bener pergi ngepas waktu, sekitar jam 07:15-07:20

Karena mepet, saya berkendara dengan ganas (alias ngebut). Pas udah dekat gereja, handphone berbunyi, disusul dengan 1 sms.

Whoa..telat nih. Cerita berakhir manis, dengan sampai di garis finish halaman gereja bersamaan lonceng berdenting.

Lalu saya parkir motor saya (masa motor orang laen? – belon jadi tukang parkir bo), dan saat melihat handphone, ternyata bunyi sms William seperti berikut:

“ehm ehm bla bla tut tut”

Artinya: saya (william) terlambat..

Byarrrr…Buset deh! Gua kirain dah dateng..

Jadinya gua menunggu.. 30 menit kemudian barulah dia datang, minta maaf karena harus melahirkan di jamban, dan akhirnya kita batal ke gereja jam 7:30. Beruntung “kekudusan” kita sedikit tersisa dan kita masuk gereja jam 10:00 – dan dengan langkah mantap kita memasuki ruang ibadat pk 09:45 dan duduk dengan manisnya sambil mencemooh orang-orang yang datang terlambat.

Malangnya, di minggu kedua sampai keempat, kita yang dicemooh orang lain. Masalahnya, consecutively di minggu 2, 3, dan 4, dengan perasaan bangga campur malu kita harus berkata kalau kita TERLAMBAT.

Minggu kedua, gua dateng jam 7:15, Bayu 7:20, William jam 7:45. Hasil: Telat

Minggu ketiga, gua dateng jam 7:20, Bayu 7:30, William jam 7:55. Hasil: Makin Telat

Minggu keempat, gua dateng jam 7:20, Bayu 7:35, dan berhubungan dengan sms William di awal tulisan ini, jadi gua & Bayu masuk duluan, 7:37. William konon datang 5 menit kemudian. Hasilnya: Telat Juga

Hoohoo.. Doain aja minggu depan kita masih semangat ke gereja, dan ngga telat lagi. Gua pengen kembali mencemooh orang yang telat (ehm, sepertinya motivasi yang salah)

Sebelum gua dikutuk sebagai orang munafik yang tampan dan riang gembira, saya mau bikin sebuah pengakuan. Sebenernya senang telat ke gereja. Soalnya jadi praktis dan cepat. Paling nyanyi 1 lagu, denger koor, khotbah, doa, n pulang.

Note: Tolong saya jangan dirajam

Moral story: Disiplin mulai dari dalam diri. Motivasi yang benar akan menimbulkan disiplin yang mantap. Dan disiplin baik akan melahirkan pattern yang baik, habit yang baik

Happy Sunday in every day, folks!