Ada satu kisah dari iklan yang lucu, kisahnya kurang lebih begini (seperti biasa sudah dimodifikasi semau gue tanpa merusak esensi aslinya wkwk….)

** Story Starts **

cement truckSPak Amir adalah seorang sopir semen (yang membawa truk, dengan gandengan yang bulat dan berisi adukan semen untuk mengecor). Dia sedang dalam perjalanan pulang dari kerjanya hari ini yang begitu melelahkan. Ingin rasanya Pak Amir segera mengaso di rumahnya, bersama istri tercinta. Kebetulan untuk hari ini, dia membawa truknya pulang ke rumah. Alasannya kenapa supir bisa bawa truk pulang, nah itu saya nggak tahu.

Singkat cerita, Pak Amir sampai di rumah. Dia kaget karena melihat ada mobil Ferrari tanpa kap – rooftop? – di depan rumahnya. Dengan penasaran, dia turun, dan mengintip lewat jendela. Ada seorang pria muda, tampan, dan rapih, sedang memeluk istrinya tercinta!

Dan yang celaka, istrinya nampak begitu bahagia!

Hati Pak Amir terluka. Api cemburu membakar hatinya. Lalu bergegas dia kembali ke truknya, dan dia menumpahkan isi adukan semen dan dia mengecor mobil tanpa kap itu. Hancurlah sudah mobil Ferrari indah itu.

Lalu Pak Amir dengan langkah cepat dan tampang penuh amarah mengetuk pintu dengan keras. Istrinya membuka pintu , dan mengacungkan kunci mobil, sambil memeluk dengan bahagia. Terlihat air mata menetes di ujung matanya. Pria tampan tadi memberikan ucapan selamat seraya berkata:

“SELAMAT YA PAK, ANDA MENDAPATKAN HADIAH PERTAMA DARI BANK XXX, MOBIL FERRARI TERBARU, ANDA MEMANG SANGAT BERUNTUNG!”

Cerita berakhir. Dengan menyisakan perasaan pada Pak Amir dan istrinya.

** Story Ends **

Jika Anda jadi Pak Amir, bagaimana perasaan Anda?

This reminds me of my Network Marketing and Mitra Orang Muda’s days. They teach something call PARADIGM

Paradigma secara simpel adalah cara pandang kita terhadap suatu hal

Sama seperti dijelaskan dalam Covey’s 7 Habit of Highly Effective people, Paradigma seperti kita menggunakan kacamata. Kacamata hitam, maka kita melihat dunia ini menjadi berwarna hitam. Menggunakan kacamata merah, dunia ini terlihat merah.

Bro & Sis, we must be careful with our paradigm!

Terkadang kita harus melihat dunia dari sudut yang berbeda

Terkadang kita harus melihat dari sudut pandang orang lain

Kesalahan dalam cara pandang, kesalahan dalam mengambil keputusan berdasarkan paradigma kita, bisa berakibat fatal seperti kisah Pak Amir dan nasib mobil barunya tadi.

So, let’s use wisdom in every paradigm, and take decision wisely!

Success for you!

-fadli synn wong-

15th august of 2009

doraemonDoraemon…

Si kucing tanpa kuping dari abad 22 (kalo ga salah), sohibnya Nobita.

Sebenernya ga usah dijelasin juga kayanya juga udah pada tau yah, secara Doraemon tuh beken banget. Gimana ga beken, dari taun 90-an RCTI udah setel kartun ini secara konsisten di jam 8 pagi di hari Minggu.

Dari gua kecil ampe jadi segede gini, tetep aja Doraemon segede gitu, warnanya masih sama, rumahnya tetep aja gitu juga, Nobitanya juga tetep kelas 4 SD, and Giant tetep aja suaranya jelek kalo nyanyi.

Tapi herannya, Doraemon tetep aja menarik. Walau ngga sengaja nontonin itu, tapi kalo ga sengaja nonton juga pasti tetep suka juga, at least buat gua. Padahal pemaennya juga itu-itu lagi, ceritanya juga cukup sederhana.

105788048513324821Pas kecil, kayanya pengen punya Doraemon. Pengen kayanya bertualang kaya Nobita. Nyobain barang-barang aneh ini itu, pengen masuk pintu kemana aja – which is anti macet, cepet, and hemat – pengen pake baling-baling bambu, and so on…

Pas udah gede, tetep aja suka lucu kok kepikiran ya Fujiko F. Fujio (yang konon sudah almarhum sekarang) bisa memikirkan penemuan-penemuan yang dikeluarkan dari kantong ajaibnya Doraemon…

Sebenernya apa sih yang membuat Doraemon so exist, and memorable?

Kalo menurut gua, Doraemon membuat kita punya banyak keinginan.

Keinginan-keinginan yang menjadi bibit-bibit impian.

Tanpa sadar, kita dibuat punya impian.

Dan kita pun dituntun untuk berimajinasi.

doraemon-1024x768Doraemon mengajarkan kita untuk banyak memiliki keinginan dalam hidup ini. Banyak yang bisa dinikmati dalam hidup ini, banyak yang bisa diraih.

Bedanya, Doraemon seolah-olah menjadi magic penyelesai masalah.

Kenyataannya, dalam kehidupan nyata kita tidak punya Doraemon yang bisa mengeluarkan alat untuk menyelesaikan masalah itu

Yang menarik, walaupun sudah ada Doraemon dengan alat-alat anehnya, tetep aja Nobita punya masalah. Dengan alat itu pun, tetep bisa jadi alat tersebut jadi bumerang dan menjadi masalah baru.

Jadi kita juga diajarkan, kalo hidup tuh pasti ketemu masalah

Wkwkw…bener kan?

So…

Trouble is common, is normal, as long we exist and live in this world.

So folks, let’s learn something from Doraemon Series;

Milikilah banyak keinginan

Milikilah impian

Hadapilah masalah

Dan sadari tidak ada shortcut untuk menyelesaikan masalah, we must face it

Nobita yang bodoh itu saja dengan segudang masalahnya tetep bisa semangat, tetep bisa punya keinginan, punya impian-impian…

Jadi kita harus lebih baik dari Nobita

Bernyanyilah….

“Aku ingin begini,

Aku ingin begitu,

Ingin ini ingin itu banyak sekali…”

doraemon (2)Hadapi hidup dengan semangat. Banyak yang bisa dinikmati dari dunia ini…

Masalah selalu ada, senyumlah dan hadapi tantangan yang ada!

Salam Doraemon!

Fadli Sin Wong

12 August 2009

Kalo lagi menulis, kayanya ide mengalir begitu aja.

Kalau memutuskan untuk menulis, ide malah mampet.

Jadi inget teka-teki campur joke ini, mungkin Anda juga pernah dengar sebelumnya, namun pasti tidak orisinil lagi, karena sudah dirusak orisinalitasnya oleh otak saya:

 

** Story Starts **

Seorang Mbah yang menyerupai Mbah Surip memberikan teka-teki kepada cucu-cucunya yang menyerupai cucu Mbah Surip

Mbah tersebut bertanya seperti ini…

“Ada pohon yang dihinggapi oleh 5 ekor burung. Burung apa, terserah. Pokonya burung yang bisa terbang. Bukan burung yang lain. Burung itu tak gendong kemana-mana…tak gendong kemana-mana…”

Cucu 1: “……”

Cucu 2: ……keringet segede jagung di belakang kepala kaya film anime

Cucu 3: PERTANYAANNYA MANA?

EHEM….Inilah dia pertanyaannya

Ada pohon dihinggapi 5 ekor burung. Burung-burung tersebut memutuskan untuk terbang.

Pertanyaannya, berapa banyakkah burung tersisa di pohon tersebut?

Jawabannya berapa menurut Anda?

Mikir dulu 5 detik

5

4

3

2

1

Ya sambil Anda berpikir, cucu-cucu Mbah Surips menjawab

# cucu 1 – sisa 0

# cucu 2 – sisa 2

# cucu 3 – sisa 5

Wkwk…made it simple dan cepat saja, jawabannya adalah yang ke-3. Sisa 5. Kenapa sisa 5? Soalnya kelima burung itu MEMUTUSKAN untuk terbang. BARU MEMUTUSKAN.

 

MEMUTUSKAN tidak sama dengan MELAKUKAN

Tapi perlu sebuah KEPUTUSAN untuk MELAKUKAN sesuatu dengan baik

Terkadang, kita harus terjun langsung.

Terkadang kita harus langsung do some action

Ingat Saudara-Saudara! Terlalu banyak berpikir, malah tidak kemana-mana. Putuskan, dan lakukan! Merdeka! Merdeka!

Tuh kan, begitu menulis, eh tau-taunya jadi deh 1 blog lagi….

 

Fadlisynnwong – august 2009

One day after my best friend birthday, Leonardus Christian Purnama

This morning, I saw my Pocket PC, and have my email checked. Quite surprised, someone had left three comments for my posts in this BLOGSITE.

That someone is named Anna

Who Anna I don’t know, and until I write this blog, I still haven’t check it yet

What exact is, “Anna Jean, you’re not my Lover” – COUGH – another dry humor –

OK Forget it

Back to the main topic

This Anna, who had left three comments for my three posts, for this blog that I had left behind so long….

SPARKS the FIRE in my mind to write again

For this newest first blog, is dedicated for you

Anna, Who are You? I don’t know you, but I thanks for you

**

Sok pede aja pake Inggris, padahal bener atau ngganya juga ga tau

Tapi yah sok pede aja, namanya juga pengen. Toh ga semua kebenaran itu absolut….. NAOONNN deuiiiii (terjemahan: APAAANNNNN sihhhhhh)

Sometimes, memang kita harus sok pede dulu

Tapi memang harusnya dilengkapi dengan pengetahuan

But really thanks to you Anna, I’m now motivated to write again

**

Nah soal si Anna ini. Tanpa sadar, dia ngasih gua motivasi. Motivasi buat nulis lagi. Kalo loe ga bosen, kayanya ini gua udah singgung ke tiga kali

MOTIVASI…

MOTIVATION…

Nah, gua yakin si Anna ini ga sadar deh kalo commentnya punya impact untuk memotivasi seseorang dalam hal tertentu. Dalam hal ini, memotivasi gua buat nulis lagi. Ok Ok…protes? gua tau ini udah yang ke-4 kali gua ulang soal Anna memotivasi gua J

Guys & Gals, now I’m quite serious

Loe sadar gak kalo loe punya kemampuan buat memotivasi orang?

Kalo ga sadar pun, tanpa sadar loe bisa memotivasi seseorang

Sayangnya, demikian juga sebaliknya. Loe punya kemampuan yang sama buat me-demotivate seseorang

Loe sadar gak kalo loe punya kemampuan buat me-demotivasi orang?

Kalo ga sadar pun, tanpa sadar loe bisa me-demotivasi seseorang

So, like what Anna did

You can do the same thing

What’s the key?

THE KEY IS YOUR HEART

HEART PURITY

Ketulusan hati, dan niat yang baik J

Sesuatu dengan ketulusan dan niat yang baik, gua yakin akan menjadi vitamin yang baik buat diri loe dan orang lain

Akan lebih baik, kalo loe punya keinginan untuk mendorong seseorang, memotivasinya ke arah yang lebih baik, dengan kesadaran penuh J

Let’s motivate others pals! Build the spirit, for yourself, for your family, your best friends, and for someone who do you do care.

BELUM ADA JUDUL*)

*) sebenernya ga kepikiran judulnya, dan ini adalah blog interaksi kita

Folks, hari ini gua mau menjawab komentar dari temen yang ngasih comment di web-blog gua. Thanks banget for all of you, karena ternyata dalam beberapa hari aja click di web-blog ini udah naik 3-4x lipat. Walau hits-nya masih rendah, pembacanya masih dikit, tapi denyut kehidupannya mulai nampak. Oleh karena itu guys, gua minta tolong promosiin web-blog ini yah?

Gua harap dengan tulisan gua yang jujur and mungkin nyeleneh atau malah ga penting, malah bisa kasih hiburan and jadi setitik embun buat orang laen, di tengah rutinitas mereka ciee….(filosofis banget kan?)

Makasih ya, loe emang sweet, sweeeeeet abis (note: terimakasih di awal sebagai cara membuat orang jadi ga enak ati – lalu membantu kita)

Kita mulaiiii…!!!

Comment & Answer 1 From the Posting: “Bangun Tidur Langsung Kubawa Jalan-Jalan (Anjing)” – mo liat, click disini

Rasanya prnh baca ni artikel…gak tau dimn ya?(O.o?)

Jawab (by fadlisinwong): Kayanya gua tau, loe baca di blog gua yah? Btw, ini orisinil kok. Suerrrr….

—————————————————————————

COMMENT & ANSWER 2: from “Indomie Seleraku – kalo mo liat, click disini

Jadi ya folks, intinya sih selera emang laen-laen, jadi kalo loe suka ama seseorang, jangan jadi mundur coz dengerin kata orang laen. CR hak loe kok. CR tuh produk keadilan Tuhan. As long you love n like it, just do it!–>trus kl seseoranknya gak suka sm kita gimn hayooooo?(:P)

Jawab: (PENJAWAB: LELEKUNINGMAN – SUPERHERO CIKAPUNDUNG PUSAT BANDUNG)

Well… kalo loe suka seseorang, tapi orangnya ga suka loe, yah kan orang itu punya CR juga.. jadi yah, loe harus develop magnetism dari dalam diri loe… Nah, yang punya CR and selera bukan loe aja. Jadi yang punya hak juga bukan loe doang, semua punya hak mencintai dan dicintai. Kalo udah cinta mati ama orang, udah usaha, terus gagal, ya tergantung dari loe, mau usahainnya berapa lama (kasih bates donk.. misal: ampe ubanan 99% dari kapasitas rambut loe atau jadi lele kuning sempurna kaya gue), atau misalnya dikasih batesan sampe ngga bisa makan indomie goreng lagi yang dimasak 3 menit, harus yang 12 menit supaya lebih empuk.

Maksudnya: Kalo loe suka seseorang, yah cobain dulu lah. Menyerah terlalu cepet juga jelek. Tau darimana kalo cowonya ga suka ama loe? Tapi kalo udah loe coba and ABSOLUTELY loe tau dia ga suka loe, yah, time to KECENG-KECENG other person. Gile amat, dunia ini ga cuma 1 orang aja boo!

Jadi buat sharing aja, Sandra Dewi & Mariana Renata suka ama gua tuh. Tapi berhubung gua nya cool-cool aja, and gua juga ga ngeliat action & usaha pedekate mereka ama gua, ya udah gua ga desperate. Mungkin mereka desperate karena ga bisa deket gua. Tapi itu kan bukan salah Sandra, bukan salah Mariana… Bukan salah mereka kalo gua ga mencintai mereka… Saran gua sih, ayo Mariana dan Sandra Dewi, berusahalah lebih keras!

————————————————————————————

Comment & Answer 3: Blog “Kisah si Vonny“. Mo liat: click disini

hapi trus?apa bs tu?gimn kl sikonnya gak mendukunk?(:P)..kl mnrtku,kl ada hapi pasti ada sedih(susah2)..hehehhee..jd enaknya netral2 aja..ato mo sedih/susah2 dl baru bersenank2 senank kemudian..begetoo..rasanya pasti lbh menyenankkan..(bknnya kebanyakkan yg spt itu dicari org?)(:P)

Jawaban: (PENJAWAB: ABAH TUA YANG UDAH WAKTUNYA MATI tapi GA MATI-MATI karena always SMILE)

Kalo menurut Abah mah, peribahasa mah gampil alias gampang diomongin. Kalo “bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian” itu pepatah namanya. Kenyataannya ada yang ga pake itu pepatah, malah ada yang berfilosofi begini “bersenang-senang dahulu, bersenang-senang kemudian”. Lha? Ini filosofi yang Abah suka. Kenapa, soalnya ga ada sakitnya. Ngapain sakit, mendingan senang-senang terus.

Kalo Neng, bekerja atau kuliah, anggep itu derita, ya berarti bersakit-sakit. Tapi kalo kuliah enjoy, banyak cari temen, banyak mengekspresikan diri, menyukai bidang kuliah kita, AND kalo kerja, bisa nikmati kerjaan kita, seneng ama gawean kita, MASA sih jadi dibilang BERSAKIT- SAKIT… kalo kita enjoy, walau kita jadi budak pun, rasanya di kamusnya cuma ada kata “BERSENANG-SENANG”

Jadi bersenang-senang aja, ngapain atuh harus pake ada istilah bersakit-sakit segala. Lagian sebenernya senang versi Abah kan cuma mengisi hari dengan rasa syukur ama Tuhan, menikmati hidup ini, tersenyum ama orang tua, ama sahabat, ama teman, ama orang-orang di sekitar kita, ama si nenek tua kesepian di pinggir jalan, ama diri sendiri.

Kalo bersenang-senangnya maen judi mah Abah ga punya duit. Kalo maen cewe harus make kondom supaya ga jadi peribahasanya “bersenang-senang dahulu bersakit-sakit kemudian” karena kena Sipilis.

Tapi berhubung Abah udah tua, Abah ngasitau aja, kita bisa senang bisa sedih, tapi kita bisa MILIH UNTUK TERUS SENYUM… ayo ah, jangan jadi melankolis gitu… Sedih boleh, tapi SENYUMnya donk yah, supaya Abah bisa ikut hepi disini.

——————————————————————————————————————

Buat temen-temen laen yang udah ngasih comment, gua akan usahain jawab pertanyaan/ komentar loe. Rencananya setiap 2-3 blog or every 2-3 weeks, gua akan sisipin 1 blog tanya jawab seperti ini. Thanks!

personal e-mail gw: fadlisinwong@yahoo.co.id – kalo loe mau japri ama gua, feel free ajah

Fadlisinwong @2008

In front of my computer monitor

Oh Dyna..Seleraku..

17 Juni 2008


Nyambung dari postingan gua beberapa hari sebelonnya (Indomie things), gua mo mengutarakan kalo gua ngefans ama Dyna Idol.

Talking about Indonesian Idol kali ini, gua bisa bilang kalo kali ini cewenya lumayan-lumayan, tapi tidak dengan suaranya. Kalo cowonya mukanya ancur-ancur, tapi suaranya lumayan-lumayan.

Aji yang kribo

Nyasar dikit ke peta persaingan Indonesian Idol, gua ngejagoin Aji. He’s unique and surprising. Tadinya ngejagoin Aris juga. Tapi kok makin kesini jadi makin bosen liat dia, n rasanya makin polontong aja.

Sebelon diprotes, gua mo ngomong:

“Ini opini boss, opinikuu…”

Mudah-mudahan loe mengerti.

Tifany

Lupakan soal Auditory dulu. Kalo soal cewe, awalnya gua suka Tifany. Cantik sih emang. Jadi kalo bahas cewe gua mulai irasional dan jadi cowo visual. Hanya saja, gua belon sempet merhatiin seberapa lapang dadanya Tifany.. Pas mo merhatiin, eh dianya dieliminasi.. Mungkin Tifany punya feeling kuat dalam hal ini.. Lebih baik dieliminasi daripada ditelanjangi secara visual kali, pikirnya.

Tapi perlahan-lahan, mata gua lebih nancep ama Dyna..

Dyna… oh you are so sweet

Oh Dyna, dengan wajah sendu, dengan raut melankolis dan penampilan feminin, dengan suara yang malu-malu tapi mau..Betis yang berukuran pas, rambut panjang, kurus, dan berlesung pipit plus ada gingsul (lho..?). Oya, sebelon ditanya, gua ngasitau kalo malah gua belon sempet merhatiin posisi antara leher dan perutnya dia. Gua sengaja, takutnya pas gua perhatiin bagian itu, Dyna malah dieliminasi.

Me & Helena

Bukan kali pertama gua suka ama cewe Idol. Dulu pas Idol I, gua suka ama Nania & Joy Helena. Idol terakhir, gua suka Rini. Sempet sedikit suka ama Ghea, Idol berapa gua lupa. Cuma sekarang jadi ga suka lagi sama mereka.

Pasalnya, Helena ternyata cantik kalo di make-up. Sampe di salah satu episode gua luruh, dan terjadilah sejarah pertama kali (dan terakhir) gua kirim sms dukung dia!

Eh taunya, pas sehari-harinya, gua ga suka. Mukanya biasa aja menurut gua.

Rini pas jamannya dia kontes Idol

Kalo Rini.. Gak tau ya kenapa gua suka waktu itu. Gua rasa faktor makeover juga, and waktu itu, ngeliat dia gua jadi inget someone gitu. Makanya gua jadi suka.

Eh taunya pula, pas abis idol, liat di infotainment n pas nyanyi di Spekta Show Idol sekarang, kok jadi… Kok jadi… Yah, you guess lah

Oya Guys.. Gua tekenin lagi.. “Opini… Ini Opinikuu…”

Oya balik ke si cantik imut Dyna..kalo gua malah lebih seneng dia tanpa make up atau sehari-harinya. Berapa lama umurnya sebelum dia bernasib kaya Tifany, Helena, dan Rini, gua gak tau.

Nyambung ke post gua sebelonnya, gua suka Dyna, karena inilah ‘Indomie gua yang dikasih Beef Stroganoff’ (maksudnya: inilah seleraku)

Pas gua tanya Bayu, ternyata dia ngomong kalo Dyna biasa aja, William juga, dan Witarman pun demikian.

Bayu: “Fad, Dyna biasa aja ah, kalo Tifany cakep”

Safira, Ibeth, dan Gisel

William: “Yang cakep mah brow, Safira and Ibeth”

Witarman: “Fad, loe suka yang mana, bukan Gisel?”


Oh man. Rupanya gua terjebak dalam CR nih (Penjelasan CR: baca Indomie Seleraku atau klik disini). Dan mungkin 3 temen gua tadi juga CR ama idolnya masing-masing

Btw, gua tetep suka Dyna kok. Walau kata orang laen beda, kan ini selera gua. Gak merubah pandangan gua.

Buat loe semua, especially visual creatures, gua tekenin lagi deh. Kalo loe suka ma seseorang, jangan biarin kata orang laen pengaruhi penilaian loe. Inget konsep “Keadilan Tuhan” and bahwa ini tuh CR loe, selera loe. Loe yang jalanin.

Sweet Dyna, can’t wait to see your face again on friday..


-Fadlisinwong-

Sperma Kolonel Stroganoff

15 Juni 2008


Hari ini gua nemu lounge yang asik. Jack’s House. Rupanya tempat ini emang spesial nyediain liquor, selain jualan makanan tentunya.


Suasana remang-remang, liquor yg bervariasi, bikin tempat ini buat gua jadi asik. Cuma kalo sendirian sih kayanya tetep jadi garing (jeritan hati sih mo hangout disini sama cewe duaan aja, yang gua cinta n dia cinta ama gua – pasti asik)


Gua bisa kesini, coz diundang temen yang lagi maen ke Bandung. Temen gua merupakan salah seorang dari 8 cewe laennya, plus 1 orang temen dari Bandung yang gua udah kenal sebelumnya.

Tanti Paulanny yang agak aneh

Temen gua, namanya Tanti, kenalnya gara-gara chatting ga sengaja. Eh, taunya anak ini cukup asik, n sering ketemu pas YM-an, ngebikin kita jadi rada deket. Setelah sebulan lebih kenal, baru deh liat tampangnya hari ini.

Handi kaya lagi syuting film aja…(film apa?)

Yang lucu, temen gua dari Bandung, Handi namanya, juga ternyata temennya. Gua tau gara-gara pas liat-liat fotonya Tanti, taunya ada foto si Handi. Kebayang ga sih, dunia terasa sempit deh. Sebenernya bukan pertama kali ngerasa gini, cuma ini experience yang keulang lagi. Loe-loe juga gua rasa pernah ngalamin fenomena semacam ini.

Secara yang paling gua kenal tuh Handi, plus posisi duduk pula, jadinya yah gua banyak ngobrol ama Handi. Ampe Tanti protes suruh buka meja sendiri..*sigh*

ini bourbon cola, bukan coca cola biasa

Tapi secara overall, pertemuan gua dengan mereka cukup menyenangkan . Gua sih cukup enjoy. Maybe ketolong Handi + Liquor yang gua minum, segelas bourbon cola.


Kalo ini beef stroganoff.

Kelompoknya Tanti sendiri didominasi para tour guide. Terus ada hal yang bikin gua bengong, saat one of them, Diana, memesan Beef Stroganoff.

Taunya pas disajiin, itu Stroganoff pake nasi. Langsung dia protes, ngomong gini..

“Mas, kok pake nasi sih? Gak tau ya sejarahnya Stroganoff?”


Gua bingung.

Soalnya, setau gua, Stroganoff itu emang disajiin pake nasi.


Tapi kok, Diana ngotot ampe berkata berkali-kali… “Tau gak sejarahnya… Tau gak sejarahnya???” ampe si Mas-nya terlihat lemah dan tak berdaya.


Penasaran, gua tanya Diana. Pengen tau ada misteri sejarah apa sih sebenernya.

Dia cerita. Ada 2 versi katanya. Versi bersih n versi kotor. Beef Stroganoff ini penciptanya adalah: Colonel Stroganoff

Colonel Sanders, saingan atau identitas lain?

Colonel Stroganoff? Saingannya Colonel Sanders kali? Atau di amrik namanya jadi Sanders, di Eropa Timur jadi Stroganoff.

Btw, versi kotor menciptakan imajinasi instan di otak gua.

pelm Sex is Zero 1yang konyol sekali

Di otak gua: Versi kotor tuh kaya di film sex is zero yang ngegoreng telor dadar pake sperma sendiri.

Versi imajinir gua sendiri mikir kalo stroganoff ini digrill dengan sebelonnya dimarinated dengan sperma, dicampur pake thousand island atau body lotion. Punya siapa spermanya, mungkin punya si Colonel sendiri. Kalo pas abis stok, pake punya anak buahnya. And pastinya demi menjaga kualitas stroganoff, anak buahnya laki-laki muda semua, supaya sausnya segar.

Lalu imajinasi gua terhenti dengan cerita Diana. Ceritanya begini:

Versi bersih:

Jaman dahulu, orang-orang suka makan steak. Stroganoff suka makan steak. Tapi berhubung dia pake kawat gigi, makan daging steak jadi susah, biar gampang, jadinya itu daging sapi dipotong-potong, lalu digrill. Jadilah beef stroganoff.

Hewan yang sangat peduli pada bentuk giginya

Komentar gua: jaman dulu udah ada kawat gigi yah?


Versi kotor:

Jaman dahulu, orang-orang suka makan steak. Stroganoff suka makan steak. Tapi berhubung dia pake kawat gigi, makan daging steak jadi susah, biar gampang, jadinya itu daging sapi dipotong-potong, lalu digrill. Tapi ada anak buah yang dendam ama perlakuan Kolonel. Terus pas bikin stroganoff, setelah daging dipotong-potong, dikunyahin satu-satu terus digoreng lagi. Jadilah beef stroganoff.


Komentar gua: mungkin sperma anak buahnya diperas terlalu masif (gak nyambung yah) sehingga menyulut dendam kesumat pada Kolonel. Btw, gua yakin daging di versi ini bakal lebih empuk n juicy..


Komentar keseluruhan: Gua menatap dengan tampang bengong.

Gua bingung. Ini maksudnya joke kali yah. Tapi mungkin versi joke Bandung n Jakarta beda kali yah. Soalnya gua ngga merasa jadi lucu. Tapi pas gua Tanya temen gua si Tanti itu lucu gak, dia bilang itu lucu. Jadi ada Humor Gap nih.

Terus terang, gua merasakan banget adanya Humor Gap di tempat ini. Humor Gap Bandung Jakarta.


Moral: seperti kata pepatah, “Lain Padang Lain Belalang, Lain Lubuk Lain Ikannya” – ternyata demikian dengan selera dan cara nge-joke. Dalam kondisi gini, yah ga ada yang salah dengan diri sendiri sih dan orang lain..


Enjoy aja lah. Difference is something enriches us anyway!


– fadlisinwong -

Drinking my Bourbon Cola

Oh Indomie..Seleraku..

June 13, 2008

Kita pasti tahu mahluk berbentuk kotak dan dibungkus dalam kemasan plastik, diberi bumbu dan minyak, kadang plus kecap n sambal. Namanya: mie instan. Bekennya: indomie.

Talking this indomie things that lead the instant noodle world, kok bisa sebegitu nge-boom di Indonesia?

Jawaban sih banyak. Tapi kata gua sih, soalnya rasanya enak, gampang dibikin, n keterima siapa aja.

Nah point ke-3 nih: keterima siapa aja. Gua pikir, kalo bagaikan cewe, indomie ini adalah seorang cewe cantik yang mayoritas orang menyetujuinya. Jadi kalo sekarang gua ngobrol soal cewe ini, istilahnya ya cantik absolut deh.

Cantik absolut bukan berarti 100% voting setuju kalo si ‘A’ atau ‘B’ tuh cantik. Let’s say, this is majority.

Temennya cantik absolut: cantik relatif. Jadi, kalo cantik relatif, ya menurut gua cantik. Padahal mungkin menurut orang lain, mmm.. biasa aja, atau malah.. jelek.

Sebelon cewe-cewe protes, gua mau bahas ini dari sudut pandang cowo – the visual type.

Namanya cowo, yang penting liat cantik, bodi aduhai, dada besar, pantat montok, betis indah dll. Maksud gua, tolok ukurnya: penglihatan mata.

Jadi buat cewe, gak usah aneh kalo gambar seksi disukai, produk pake endorser cewe-cewe cantik nan sexy, produsen rokok pake cewe-cewe cantik bersuara manja menggoda buat pasarin produknya. Belon lagi gambar porno (baca: karya keindahan fotografi), video bokep (baca: pelajaran anatomi tubuh) selalu gak abis-abisnya. Wong penggemarnya aja selalu aja ada.

Secara hukum ekonomi: inilah yang namanya “The Law of Supply and Demand atau “The Law of Market Equation”.

Kalo selama ada demand, pasti supply tersedia. Selama penikmat keindahan dan kecantikan ada, penyedia kenikmatan itu juga pastinya ada. Kalo ga ada juga bakal jadi ada.

Jadi sekali lagi wahai cewe-cewe. Inilah cowo. Mata cowo tuh lemah.

Balik ke soal cantik absolut n relatif. Gua pikir, salah satu conto yang pas buat cewe cantik absolut (CA) saat ini: Sandra Dewi (hasil survey). Gua yakin loe juga punya pendapat sendiri. Kalo cantik relatif (CR) yah.. balik ke selera.

Makanya ga aneh kalo cewe yang biasa aja, kok bisa dapet cowo cakep. Atau in the worst scenario, cewenya jelek tapi toh dapet cowo juga.

Kok bisa? Yah simple-nya, selera lagi. Mungkin menurut si cowo, nasi lengko tuh nikmat dan indah banget, sementara kalo yang laen makan nasi lengko malah muntah-muntah (well, gua ngelebih-lebihin sih)


Cewe jangan protes lagi yah, ini bahas dari sisi mata cowo and secara tampilan luar. Sebenernya kan kalo mo dibedah, cinta kan bisa tumbuh karena kedekatan, sifat, dll.

Satu lagi yang dahsyat, kalo cewe yang biasa atau below average bisa mendevelop jurus seni merayu, the art of flirting. Efeknya dahsyat. Level influence dan charm-nya bisa naik berkali-kali lipat.

Jadi ya folks, intinya sih selera emang laen-laen, jadi kalo loe suka ama seseorang, jangan jadi mundur coz dengerin kata orang laen. CR hak loe kok. CR tuh produk keadilan Tuhan. As long you love n like it, just do it!

Ps: cewe, kalo loe biasa aja, ya pede-pede aja. Loe pasti CR kok. Yang penting kan loe juga tau, inner beautynya bo! Plus – Go to Flirt-Gym. Develop your flirting muscles!


Fadli Sin Wong
Somewhere at the roadside enjoying milk tea


3 Juni 2008

KISAH SI VONNY

Gua dan Rio baru aja memesan mie & bihun kuah di pinggir jalan (kalo di tengah jalan ketabrak soalnya). Di tempat ini katanya makanannya enak, dan buat yang pengen tau, lokasinya di emper jalan di bilangan dr. Cipto sana.

Makanannya emang cukup enak, plus kita berdua emang udah kelaparan, apalagi setelah kita mencurahkan pikiran kita di 2 wedding technical meeting, dimana salah satunya gua berperan sebagai MC Wedding, and yang satunya lagi gua cuma berperan sebagai penggembira (baca: diajak nemenin doank)

Nah, balik ke tempat makan tadi, disana malah gua tertarik sama ornamen pemandangan sekitar tempat makan yang sepi itu. Ada 2 ekor anjing (maap jing, loe bukan ornamen sebenernya, gua tau loe mahluk hidup yang hakiki..)

Dua gukguk ini, yang satu kayanya maminya, yang satu anaknya. Yang jelas bukan mami versi germo yang menjual anaknya demi menyambung hidup

(kan biasanya alesannya gitu tuh). Btw, Sebenernya gua ga yakin anjing ini maminya, tapi ga penting lah.

Gua seneng liat si anjing kecil. Kan kalo anjing kecil tuh lucu. Dan denger-denger tuh nama anjingnya si Vonny.

Si Vonny ini termasuk anjing kampung keliatannya, yang kesasar di ganasnya kota Bandung. Tapi gua rasa dia ga sadar tuh. Malah dia keliatannya hepi-hepi aja. Lari-lari kesana-sini, mengendus-endus sana-sini, and cari makan disana-sini.

Kata si mang penjual bihun, anjing ini nakal dan suka ngajak maen-maen. Ga takut sama manusia di sekelilingnya, dengan anteng si Vonny menikmati hidupnya.

Pas gua makan, ada beberapa orang laen yang makan juga (bukan, bukan anjing-anjing laen). Mereka juga jadi hepi karena Vonny, kayanya sama seperti perasaan gua pas liat Vonny. Malah ada yang ngomong, lucu tuh moncongnya item, kalo moncongnya item katanya rakus – which in my view, it seems right -

Tadinya saking lucunya gua berniat merampok ini anjing, soalnya gua ga rela kalo anjing ini berakhir di mulut tipe-tipe manusia ras tertentu yang ngefans daging doggie. Cuma ga jadi. Soalnya takut kalo ntar gua malah dianggep manusia ras special tersebut yang mau nge-goreng atau nge-panggang daging muda Vonny (psst, katanya daging muda lebih lezat dan legit rasanya, demikian juga dengan anak ABG…LOH..LOH…)

Bentar, ngelap air liur dulu. Kejauhan imajinasi..Tissue.. tissue dimana.. Udah netes ke lantai nih..HAPUS! HAPUS!

(note: khusus kalimat di atas ini butuh intelegensi tinggi untuk membacanya, kalo ga ngerti, ga usah dipaksa, beneran!)

Balik ke Vonny yang imut. Gua kebayang n mikir gini. Anjing aja bisa hepi, kok kita kadang gak nikmati idup?

Si Vonny and maminya gak punya rumah, kayanya hepi aja.

Si Vonny and maminya gak punya duit, kok juga cuek-cuek aja.

Si Vonny and maminya makan aja cari-cari di pinggir jalan, kadang harus dikasih, apalagi kalo disuruh masak pastinya lebih kacau lagi. Tapi mereka masih nyengir-nyengir dan ga menyerah cari makan (dan minta-minta makan)

Si Vonny and maminya menjalani hidup dengan hepi, lari kesana kemari, goyang-goyangin ekor tanda hepi, malah bisa buat orang laen jadi hepi.

Lah, lalu KITA?

KITA?

KITA?

Kita suka pundung sendiri. Ngerasa hidup susah, ngerasa punya sejuta masalah.

Lupa deh kalo kita masih punya orang yang care n peduli ma kita, kita masih punya rumah sebagai shelter, masih bisa beli atau masak makanan (minimal indomie kaya gua), ga harus minta-minta makanan. Masih bisa beragama, beriman, dan punya Tuhan, plus beruntungnya kita gak dijadiin doggie, dll..

Tenang, ini terutama menyindir diri gua sendiri. Sering deh lupa kita sama yang namanya bersyukur.

Gua rasa sih ga usah muluk-muluk. Selain bersykur, minimal hepi lah dengan eksistensi kita. Buat orang laen jadi hepi juga dengan keberadaan kita. Masa kalah ama si Vonny yang bisa buat orang laen hepi.

Vonny, I Love U! Thanks karena loe menyadarkan gua akan arti kehidupan ini. Gua janji deh. Laen kali pastl gua kunjungin loe lagi. Loe janji hepi terus ya, terus ati-ati sama orang yang mau makan loe..

With Love

Fadli Sin Wong

Somewhere in the cipto road, 2008

25 may 08

Quattro Perfettico Telatto

William: Fad, sorry, gua takut ga keburu nih, kalo loe mau masuk duluan, masuk dulu aja…

Fadli: Bay, loe dimana? Yang bener nih sih kok loe belon dateng?

Bayu: Oya Fad (suara masih agak nge-bass menandakan belum lama meninggalkan pulau kapuk)

Bentar ya Fad, sori yah

Ya saudara-saudara, ini percakapan menunggu masuk gereja, dan bukan menuju kamar prostitusi (lha….)

Kesimpulannya:

Fadli pergi ke gereja.

Dan terlambat

Untuk ketiga kalinya dalam empat kali ke gereja

(dan memang baru 4 kali ke gereja setelah selalu berdoa dan berjemaat di dalam hati saja – baca: males ke gereja)

Lho, ada apa gerangan pergi ke gereja?

Karena ajakan William – karena dia males ke gereja sendirian, lalu mengajak orang malas lain yang bernama Fadli, dan karena masih ada sisa sedikit kesadaran,maka Fadli ini mau pergi ke gereja.

Saat pertama kali kembali menginjak gereja, saya hanya pergi bersama William saja, minggu-minggu berikutnya, Bayu juga ikut bersama kita.

Kalo inget-inget pas pertama kali, saya bener-bener pergi ngepas waktu, sekitar jam 07:15-07:20

Karena mepet, saya berkendara dengan ganas (alias ngebut). Pas udah dekat gereja, handphone berbunyi, disusul dengan 1 sms.

Whoa..telat nih. Cerita berakhir manis, dengan sampai di garis finish halaman gereja bersamaan lonceng berdenting.

Lalu saya parkir motor saya (masa motor orang laen? – belon jadi tukang parkir bo), dan saat melihat handphone, ternyata bunyi sms William seperti berikut:

“ehm ehm bla bla tut tut”

Artinya: saya (william) terlambat..

Byarrrr…Buset deh! Gua kirain dah dateng..

Jadinya gua menunggu.. 30 menit kemudian barulah dia datang, minta maaf karena harus melahirkan di jamban, dan akhirnya kita batal ke gereja jam 7:30. Beruntung “kekudusan” kita sedikit tersisa dan kita masuk gereja jam 10:00 – dan dengan langkah mantap kita memasuki ruang ibadat pk 09:45 dan duduk dengan manisnya sambil mencemooh orang-orang yang datang terlambat.

Malangnya, di minggu kedua sampai keempat, kita yang dicemooh orang lain. Masalahnya, consecutively di minggu 2, 3, dan 4, dengan perasaan bangga campur malu kita harus berkata kalau kita TERLAMBAT.

Minggu kedua, gua dateng jam 7:15, Bayu 7:20, William jam 7:45. Hasil: Telat

Minggu ketiga, gua dateng jam 7:20, Bayu 7:30, William jam 7:55. Hasil: Makin Telat

Minggu keempat, gua dateng jam 7:20, Bayu 7:35, dan berhubungan dengan sms William di awal tulisan ini, jadi gua & Bayu masuk duluan, 7:37. William konon datang 5 menit kemudian. Hasilnya: Telat Juga

Hoohoo.. Doain aja minggu depan kita masih semangat ke gereja, dan ngga telat lagi. Gua pengen kembali mencemooh orang yang telat (ehm, sepertinya motivasi yang salah)

Sebelum gua dikutuk sebagai orang munafik yang tampan dan riang gembira, saya mau bikin sebuah pengakuan. Sebenernya senang telat ke gereja. Soalnya jadi praktis dan cepat. Paling nyanyi 1 lagu, denger koor, khotbah, doa, n pulang.

Note: Tolong saya jangan dirajam

Moral story: Disiplin mulai dari dalam diri. Motivasi yang benar akan menimbulkan disiplin yang mantap. Dan disiplin baik akan melahirkan pattern yang baik, habit yang baik

Happy Sunday in every day, folks!

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.